Wednesday, February 18, 2015

Rahasia Dalam Memikat Pembaca

Rahasia Dalam Memikat Pembaca Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada pepatah kuno yang mengatakan “Kita lebih mudah menangkap lalat dengan madu daripada dengan cuka”. Pepatah ini memang benar adanya. Ini pun berlaku pada manusia. Jika kita menaruh simpati terhadap orang-orang, maka akan lebih mudah mereka menaruh kepercayaan pada kita bahwa pemikiran-pemikiran kita selaras dengan mereka. Inilah yang dimaksud dengan madu. Seperti yang telah saya uraikan pada bab sebelumnya bahwa jika pemikiran kita tidak selaras dengan pemikiran orang lain atau orang banyak pada umumnya, hendaknya kita membuat persamaan pemikiran dengan mereka sebelum kita memasukkan ide-ide kita yang baru. Kebanyakan kita mulai dengan pemikiran-pemikiran kita sendiri dan tidak memperhatikan keinginan-keinginan yang dimiliki oleh orang lain. Kita cenderung tidak berusaha mencari suatu titik persamaan. Ingatlah, tidak ada seorang pun di dunia ini yang suka dikritik. Maka, mengkritiklah dengan elegant.

Ada lagi pepatah yang mengatakan “Manusia itu sangat egois, yang diperhatikan adalah dirinya sendiri”. Dan pepatah ini memang benar adanya. Jika kita memulai menulis suatu hal yang langsung mengarah kepada kepentingan dan pribadi para pembaca, maka kita tidak akan mengalami kegagalan. Buku-buku yang berhasil ada
... baca selengkapnya di Rahasia Dalam Memikat Pembaca Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, February 17, 2015

Wiro Sableng #105 : Hantu Jatilandak

Wiro Sableng #105 : Hantu Jatilandak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

DI ATAS RUNTUHAN BATU KARANG SAAT ITU BERDIRI SATU SOSOK TINGGI KURUS BERWUJUD MANUSIA YANG HANYA MENGENAKAN SEHELAI CAWAT KECIL TERBUAT DARI KULIT KAYU. SEKUJUR TUBUHNYA, MULAI DARI UBUN- UBUN SAMPAI KE KAKI MENYERUPAI WARNA POHON JATI. NAMUN DITUMBUHI BULU-BULU TEBAL KERAS DAN PANJANG SERTA RUNCING SEPERTI BULU LANDAK. SEPASANG MATANYA DITEDUHI DUA ALIS HITAM TEBAL DIBAWAH HIDUNGNYA YANG SELALU KEMBANG KEMPIS MENEKUK KUMIS LEBAT. DAUN TELINGANYA PANJANG DAN LEBAR, JUGA DITUMBUHI DURI-DURI SEPERTI BULU LANDAK.SESEKALI DIA MELUDAH KE TANAH. LUDAHNYA BERWARNA KUNING PEKAT! "MAKHLUK BERBULU LANDAK! WAHAI! TIDAK DAPAT TIDAK KAU PASTILAH MAKHLUK YANG TUJUH PULUH TAHUN SILAM KUBERI NAMA HANTU JATILANDAK!" MAKHLUK DI ATAS BATU TIDAK BERGERAK DAN TIDAK BERKESIP. HANYA DARI TENGGOROKANNYA TERDENGAR SUARA MENGGEMBOR. LALU SEPERTI TADI DIA MELUDAH KE TANAH. "HANTU MUKA DUA! AKU SUDAH TAHU SIAPA DIRIMU DARI KAKEKKU
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #105 : Hantu Jatilandak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Teater Nahkoda

Teater Nahkoda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Nesya: Errrggghhh… gerahnya minta ampun deh! Neraka bocor kali ya.. erggghhh…

kami telah menunggu selama 7 jam disini, namun aula belum juga dibuka.

Lio: Sabar sya, kita semua juga kepanasan. Aku udah ngabisin 3 botol air es dan perutku juga lapar.. huft..
Andi: so, sekarang kita mesti gimana? Mau lanjut atau pulang? Kalau lanjut, kita mesti nunggu berapa lama lagi?
Sutris: Kalau pulang usaha kita sia-sia. Dan… malu sama bapak, ibu dan warga kampung.
Andi: ah… gara-gara Lio sih pamit ke orang-orang kampung dan bilang kita mau jadi artis.. aduhhh…
Lio: lho kok aku? Kan kamu yang bilang kalo kita ke jakarta buat jadi artis.
Sutris: saya gak mau pulang! Apa kata orang kalu kita pulang belum ada hasilnya
Nesya : heiii.. sudah sudah sudah… Gue gak bakal nyerah.. kita mesti bertemu pak Roni atau kita tidak bisa tampil di ajang ini. Ayolah kawan, gue udah lama menunggu ajang ini, ini mimpi gue. Kita sudah lebih dari 5 tahun bersama dalam teater ini, Teater nakhoda.
Sutris: saya setuju sama Nesya, walaupun kita berasal dari daerah terpencil, desa dan kumuh namun kita memiliki potensi yang belum tersalurkan bahkan belum diketahui oleh masyarakat negeri ini. Kalian mau lanjut?

Hening sejenak..

Lio : ya lanjut donk… kalau kamu ndi?
Andi: yaaa saya ikut lanjut deh…
... baca selengkapnya di Teater Nahkoda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, February 16, 2015

Buah Kesabaran

Buah Kesabaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hari menjelang siang. Di tepi perkampungan hewan, kancil dan jerapah duduk di bawah pohon beringin. Kedua tangan mereka terlihat mengelus-elus perut yang mengerut.

“Kancil, aku lapar sekali. Sedari pagi belum makan,” kata Jerapah pada kancil.

“Akupun sama. Bagaimana kalau kita mencari makanan ke tepi hutan,” usul Kancil.

Jerapah setuju. Kedua sahabat karib itu lantas berjalan bersama menuju ke tepi hutan. Mereka berharap ada buah-buahan yang dapat di santap untuk mengisi perut. Sehingga kesehatan terjaga dan tubuh menjadi kuat.

Buah-buahan sangat berguna bagi tubuh. Banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan seperti vitamin, karbohidrat, protein, mineral dan lainnya. Buah pun rasanya enak dan segar. Makan buah di siang hari badan menjadi segar dan rasa haus pun terobati.

Setelah melewati tanah lapang dan menyeberang sungai kecil, sampailah keduanya di sebuah kebun kecil di tepi hutan. Di kebun itu terdapat aneka pohon buah, semisal jambu, nangka, pepaya, mangga, duku, pisang, durian dan kesemek.

Namun mereka kecewa. Tidak ada buah yang dapat di makan. Beberapa ta
... baca selengkapnya di Buah Kesabaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, January 30, 2015

Deret Tinta Untuk Negeri

Deret Tinta Untuk Negeri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Apakah aku bisa banggakan orangtuaku, banggakan negeriku, banggakan bangsaku, banggakan tanah airku, apapun keadaanku?
Aku ingin menjadi anak yang hidup normal seperti sebayaku. Menapaki setiap detik waktu belajarku di sekolah, bergaul dengan teman seusia, banggakan orangtua, berprestasi di usia muda, bahkan saatnya aku mati kapanpun itu aku juga ingin dikenang. Bukan karena kebodohanku, tapi karena prestasiku. Salahkah aku berkeinginan mewujudkan hal itu?
Tapi mengapa aku dilahirkan dengan keterbatasan? Bagaimana aku bisa mewujudkan keinginanku jika keadaanku seperti ini ya Allah?

Namaku Salsabila Adriyani Fatiha, atau yang kerap disapa Bella. Aku bukan lah anak dari seorang direktur bank ternama di kota, bukan pula seorang anak dari pengusaha garment kaya. Ayahku yang hanya seorang guru bantu di salah satu sekolah dasar dekat rumah, bukanlah suatu pekerjaan yang bisa membantu ekonomi keluarga. Sedangkan ibuku hanya seorang buruh cuci. Usiaku genap 14 tahun saat 2 bulan yang lalu. Kehidupanku sehari hari hanyalah membantu ibu menyelesaikan pekerjaan di rumah, juga menempuh pendidikan di salah satu sekolah menengah perta
... baca selengkapnya di Deret Tinta Untuk Negeri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, January 27, 2015

Hypnotic Dream Restructuring

Hypnotic Dream Restructuring Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Aduh kasihan ya si Budi. Tadi malam masih sehat. Pagi ini bangun tidur lumpuh karena kena stroke” ujar Anto.

“Tapi yang aneh, barusan saya dapat kabar dari istrinya, Budi sudah di-MRI dan CT Scan. Kata dokter hasil scanning-nya bagus. Tidak ada yang bermasalah dengan otak atau saraf Budi. Dokter menyimpulkan Budi tidak kena stroke” jelas Mia.

“Kalau bukan stroke lalu kena apa ya dia? Tubuhnya lemah sekali dan lumpuh, tidak bisa digerakkan” tanya Anto penasaran.

Pembaca, pernahkah anda mendengar perbincangan serupa dengan yang saya tulis di atas? Atau anda sendiri pernah mengalaminya. Hasil pemeriksaan medis menyatakan tubuh fisik anda sehat namun anda (merasa) sakit. Inilah yang disebut dengan penyakit psikosomatis.

Secara khusus saya membahas hal ini di buku saya yang segera terbit di penghujung bulan Juni, The Miracle of MindBody Medicine: How to Use Your Mind for Better Health. Hasil riset yang kami lakukan di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology menemukan bahwa ada 15 (lima belas) faktor yang dapat menyeba
... baca selengkapnya di Hypnotic Dream Restructuring Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, January 23, 2015

Bulatkan Tekad dan Tawakkal

Bulatkan Tekad dan Tawakkal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agus Riyanto

Suatu hari seorang sahabat bertanya melalui email, “Kalau ada orang yang terlahir dengan otak yang cerdas mereka mudah meraih kesuksesan yang mereka impikan. Lha, bagi orang yang pikirannya pas-pasan, bagaimana saya bisa sukses dalam hidup ini?”

Sahabat pembaca, sering kali kita mendengar orang lain di sekitar kita menceritakan dirinya. Namun, jika kita amati mereka lebih menonjolkan kekurangan atau rasa ketidakberdayaan yang mereka rasa ada padanya. Mereka berfokus pada sesuatu yang “negatif” dari diri mereka sendiri. Saya sengaja memberi tanda petik pada kata “negatif” karena ini sebenarnya hanya persepsi mereka saja. Kalau menilai keterbatasan diri, rasanya banyak orang yang lebih punya alasan. Alasan yang menguatkan bahwa dirinya tidak bisa ini, tidak bisa itu dan sebagainya.

Dalam kitab suci-Nya, Allah SWT telah berfirman yang artinya, “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

Jadi ada dua unsur yang harus kita miliki sebelum kita melakukan sesuatu yang diharapkan memberikan perubahan lebih baik terhadap kehidupan kita—tidak peduli keterbatasan apa pun yang ada pada kita. Pikirannya pas-pasan ataupun kurang pandai secara akademik, semua itu bukan hambatan untuk sukses. Dengan kedua unsure yang
... baca selengkapnya di Bulatkan Tekad dan Tawakkal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1